Heboh! Nama Ko Ferry Disebut-sebut Ikut Main Solar Bersubsidi

Kendaraan yang masuk membawa solar ke gudang (Foto: dok Calvin)

indoBRITA, Manado-Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejatinya disediakan untuk warga biasa. Tapi, kenyataannya BBM bersubsidi saat ini justru dikuasai kalangan pengusaha dan pelaku industri.

Investigasi media ini bersama sejumlah wartawan dan aktivis anti korupsi, Calvin Limpek mengungkap keterlibatan sejumlah pengusaha besar. Terkini, nama  pengusaha papan atas Sulut, Ko Ferry disebut ikut bermain solar bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kami dari ekspedisi Ko Ferry,” kata salah satu dari sopir drum trauck yang dibenarkan rekan-rekannya usai melakukan pengisian solar besubsidi di pada salah satu SPBU di Kairagi, Rabu (21/12/2022) malam.

Baca juga:  Slamet Rahardjo Jabat Dandim 1302/Minahasa, Danrem 131/Stg Minta Harus Lebih Baik

Hanya saja ia tak menyebut identitas lengkap Ko Ferry. “Ko Ferry jarang kelihatan. Kami dibayar melalui security,” ucapnya. “Dia dulu main tambang,” sambung lainnya.

Penampakan gudang di siang hari (Foto: Calvin)

Tak puas dengan jawaban tersebut, Calvin dan tim kemudian mengikuti ke arah mana kendaraan-kendaraan yang melakukan pengisian itu membawa solar dalam jumlah cukup besar.  “Kendaraan-kendaran itu masuk ke gudang ekspedisi Mitra Manado,” ucap Calvin.

Gudang tersebut cukup megah. Informasi yang diperoleh, gudang ini melakukan penampungan solar untuk keperluan indutsri.

Lokasi gudang ekspedisi Mitra Manado (Foto: calvin/ist)

“Setahu saya gudang ini bukan milik Ko Ferry, tapi kepunyaaan Ko Y. Kami minta aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan.  Kalau mereka gunakan untuk keperluan indutsri, jangan ambil solar bersubsidi,” Calvin memaparkan.

Baca juga:  Kunjungi Sitaro, Kapolda Tinjau Lahan Pembangunan Polres dan Ingatkan Prokes Covid-19

Aktivis yang baru saja mendapat amanah dari DPP Bakin untuk menjabat Ketua DPD Sulut kemudian kembali ke SPBU yang pernah di-police line aparat. “SPBU ini kembali memberi ruang kepada mafia BBM ilegal. Aparat perlu bertindak,” ungkapnya.

Calvin juga menyorot semakin banyaknya antrian pengisian BBM ilegal di sejumlah SPBU. “Berarti pemain solar BBM ilegal makin banyak. Selain mengakibatkan kemacetan, ulah mereka itu merugikan masyarakat dan negara,” katanya.

Sayang sampai berita ini diturunkan, media ini tak bisa mengkonfirmasi ke Ko Ferry.  “Ada banyak nama Ko Ferry, jadi perlu ditelisik lebih jauh. Satu yang pasti itu bukan gudang Ko Ferry,” ujar Arta Senius dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulut (*adm)

 

Pos terkait