AMPD Wakan Tantang Inspektorat Tuntaskan Kasus BLT DD 2021

indoBRITA, Amurang – Dugaan kasus BLT DD tahun 2021 Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat belum jelas penyelesaiannya. Bahkan, memasuki Januari 2023 juga belum ada tanda-tanda selesai. Padahal, masalah ini sementara berproses di Kejari Minahasa Selatan. Namun, informasi Inspektorat Minsel sepertinya tidak transparan dan seakan-akan menutupi dugaan kasus korupsi yang dilakukan eks Hukum Tua Desa Wakan LJR alias Lexi.

Koordinator AMPD Wakan Alo Kandey kepada www.indobrita.co mengatakan, rasa kurang percaya baik dengan Inspektorat Minsel juga Kejari Minsel. ”Pasalnya, masakan semua dugaan kasus harus direkomendasi Inspektorat Minsel. Jadi, kasus yang telah berproses di Kejari Minsel harus seizin Inspektorat Minsel,” tanya Kandey.

Menurut Kandey, justru ketika Inspektorat Minsel dipimpin Hendra Pandeynuwu, banyak masalah dugaan korupsi Dana Desa (DD) didiamkan. Akibatnya, sejumlah organisasi baik Ormas/LSM serta masyarakat Minsel angkat suara dan mempertanyakan hal diatas.

Baca juga:  Dugaan Penyebaran Berita Bohong, LSM KIBAR Menyurat ke Kapolda

”Namun, waktu masa pemerintahan sebelumnya Inspektorat Minsel sangat terbuka. Jadi perbedaan diatas, bahwa Inspektorat saat ini tak mau warga Minsel tahu urusan Inspektorat. Tetapi, era keterbukaan sekarang harus diikuti masyarakat Minsel. Dengan demikian, bupati FDW serta wakil bupati PYR harus tahu masalah yang terjadi akhir-akhir ini,” ujar Kandey lagi.

Senada dikatakan anggota AMPD Stenly Tumiwa dan Bela Siwu, ketidakpercayaan atas kinerja Inspektorat Minsel saat ini. ”Pasalnya, era kepemimpinan Hendra Pandeynuwu sebagai Kepala Inspektorat Minsel berkurang. Oleh sebab itu, kami minta pak bupati FDW dan wakil bupati PYR untuk turun tangan terkait dugaan kasus-kasus korupsi melalui Dana Desa mengendap. Kami minta bupati dan wakil bupati untuk bertindak cepat. Pada dasarnya kami tak percaya lagi dengan Inspektorat,” sebut keduanya.

Baca juga:  Kapolri Turun Langsung ke Pasar Pastikan Stok Minyak Goreng Untuk Warga Aman

Kepala Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu dihubungi belum lama enggan bertemu. Namun, melalui sekretaris Norma Piri langsung menjawab semua pertanyaan sejumlah wartawan terkait dugaan korupsi yang mengendap. Termasuk soal TGR yang dilakukan sejumlah eks hukum tua dan secara khusus kasus BLT DD Wakan.

”Untuk kasus TGR yang dilakukan sejumlah eks hukum tua ada yang telah selesai. Namun, ada juga yang masih diberi perpanjangan waktu selama 2 tahun untuk penyelesaian. Tetapi, kata Piri bahwa Inspektorat tetap menggiring hingga APH apabila kasusnya kuat,” tegas birokrat handal asal Munte.

(ape)

Pos terkait