Calvin Cs Minta AA Copot Kadis Perkim dan Blacklist Kontraktor Proyek Peremajaan Jalan GPI

Pengaspalan saat terjadi genangan air (Foto: dok CL)

Manado, emmctv.com-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (Bakin) Sulawesi Utara (Sulut) melalui ketuanya, Calvin Limpek meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk memutus kontrak  pelaksana proyek pembangunan pemugaran/peremajaan jalan di Griya Paniki Indah (PKI). Permintaan itu disampaikan Calvin terkait pengaspalan yang dilakukan kontraktor saat hujan.

“Sesuai aturan, tidak dibenarkan melakukan pengaspalan saat hujan dan saat air menggenangi jalan.  Pengaspalan saat hujan membuat daya rekat tidak ada. Aspal dan jalan tidak akan bertahan lama. Kami meminta Pemkot Manado melalui instansi terkait untuk memutus kontrak perusahaan yang mengerjakan proyek ini,” kata Calvin saat menggelar jumpa pers di Manado, Selasa (10/1/2023) pagi.

Calvin bahkan tak hanya meminta dilakukan pemutusan kontrak, tapi juga memasukkan kontraktor ke dalam daftar hitam perusahaan tidak becus. “Ya perusahaan seperti itu sebaiknya diblacklist saja,” ia menegaskan.

Menurut dia, pekerjaan harus sinkron dengan LPSE. “Perusahaan memenuhi standar atau tidak. Jadi sebelum memberi pekerjaan dan tanggung jawab besar, lihat dulu track recordnya,” ujarnya.

Baca juga:  Peduli di Pandemi Covid 19, Mor-HJP Berikan Bantuan Bahan Pokok ke Warga Kota Manado

Calvin yang dalam kesempatan tersebut didampingi Sekretaris DPD Bakin Sulut  membeber data jika proyek berbanderol Rp15 miliar itu tidak selesai sebagaimana waktu yang ditentukan. “Waktu pelaksanaan sesuai kontrak hanya 150 hari kalender kerja, Sampai saat ini belum PHO atau penyerahan,”  ucapnya.

Mengacu pada hal tersebut, aktivis yang sudah banyak membongkar kasus dugaan korupsi di Sulut dan beberapa daerah lainnya di Indonesia Timur ini meminta Inspektorat untuk menghitung kembali besaran dan kualitas pekerjaan.

“Persentasi pekerjaan yang sudah dibayarkan perlu dihitung lagi. Jika terbayarkan lebih, sebaiknya dikembalikan oleh kontraktor. Jika belum terbayarkan itu bagus karena memang pekerjaan seperti itu tidak perlu dibayarkan,” Calvin menguraikan.

Selain meminta pemutusan kontrak perusahaan pelaksana proyek, Calvin juga mendesak Wali Kota Manado Andre Angouw untuk mengganti atau mencopot Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Manado, Pieter Eman.

Baca juga:  Politisi Nasdem Target Fraksi Utuh di DPRD Manado

“Dia tidak layak jadi kepala dinas karena membiarkan pengaspalan saat hujan. Jika pengawasan dari PPK berjalan baik atau berada di tempat saat pekerjaan dilakukan, tidak mungkin membiarkan pengaspalan saat hujan. Makanya kepala dinas sebaiknya diganti dengan birokrat yang lebih baik,” katanya.

Sesuai yang tertera di papan proyek, kontraktor pelaksananya adalah PT Manimporok Manguni Maesa. Proyek pembangunan pemugaran/peremajaan pemukiman kumuh Kecamatan Mapanget dan Tuminting-Bunaken itu digagas Dinas Perkim Manado.

Lantas apa tanggapan Kadis Perkim Manado, Peter Eman?  “Bisa komfirmasi PPK Ibu Esra,” tulis orang nomor satu di Dinas Perkim Manado itu melalui layanan whatsapp.

Sayang Ling Esra selaku PPK memilih diam saat dikonfirmasi perihal sorotan Calvin Limpek Cs tersebut. Media ini mengirimkan video pengaspalan saat jalan tergenang air, namun tak direspon. Ia juga tak mau mau mengangkat telepon.

Sikap diam tersebut dianggap Calvin bentuk masah bodoh. “PPK juga sebaiknya diganti,” ucap Calvin.  (adm)

 

Pos terkait