Sungai Pinenek seperti Berlumpur, Diduga Limbah dari PT MSM

Kondisi Sungai Pinenek saat pengambilan gambar beberapa hari lalu (foto; dok IBC_)

indoBRITA, Likupang-Sungai Pinenek di Desa Pinenek, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) sejak beberapa hari terakhir seperti berlumpur. Sungai itu tak lagi jernih, terlihat berwarna kecoklatan dan sangat kotor.

Kondisi tersebut membuat warga Pinenek enggan menggunakan air sungai lagi untuk keperluan sehari-hari. “Berisiko kalau air sungai digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan cuci, apalagi buat konsumsi air minum,” ujar salah satu warga saat ditemui wartawan Sabtu (21/1/2023).

Bacaan Lainnya

Kondisi Sungai Pinenek yang seperti berlumpur tersebut mengundang perhatian dari sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ketua Dewan Pimpinan Daerah Barisan Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (DPD Bakkin) Sulut Calvin Limpek bahkan langsung menurunkan tim melakukan investigasi di lokasi.

Baca juga:  Bara Hasibuan Dukung Sulut Jadi Provinsi Level Karbon Rendah

Hasil investigasi Bakkin Sulut, Sungai Pinenek diduga tercemar limbah pertambangan PT MSM/TTN. “Lokasi Pinenek itu dekat PT MSM/PT TTN. Ada kebocoran limbah di perusahaan pengeruk emas terbesar di daerah Nyiur Melambai itu sehingga mencemari daerah sekitar, termasuk Sungai Pinenek,”  kata Calvin di Likupang, Senin (23/1/2023).

Aktivis asal Minut itu menyebut ini bukan kali pertama Sungai Pinenek seperti kotor dan berlumpur. “Sebelumnya juga warga sudah menyampaikan keluhan mereka. Tapi manajemen PT MSM/PT TTN terkesan cuek,” ujarnya.

Kecurigaan soal kemungkinan Sungai Pinenek teraliri limbah PT MSM/PT TTN juga disampaikan Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Independen Investigasi Anti Korupsi (Inakor) Rolly Wenas. “Patut dicurigai karena wilayah Likupang dan sekitarnya, terutama Desa Pinenek itu masuk wilayah lingkar pertambangan,” ucapnya.

Baca juga:  Peserta Diklat BST KLM Pelra Resmi Dilepas

Calvin dan Rolly meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Minut, Kota Bitung dan DLH Provinsi Sulut turun lapangan memeriksa amdal PT MSM/PT TTN.  “Kalau amdalnya bermasalah, maka PT MSM/PT TTN perlu diberi sanksi,” ujar Rolly.

Sayang sampai berita ini diturunkan, perwakilan PT MSM/PT TTN belum memberikan tanggapannya. Media ini mencoba menghubungi Herry Inyo Rumondor selaku superintendet Public Relation External Relation PT MSM/PT TTN melalui telepon, tapi tak diangkat.

Begitu pula dengan permintaan konfirmasi via layanan whatsapp, belum direspon. Indobrita dan emmc grup juga mencoba menghubungi Direktur Utama (Dirut) PT MSM/PT TTN David Sompie, namun tak dijawab.(*/adm)

Pos terkait