Kuasa Hukum Jacoba Mamangkey Hadirkan 4 Saksi di Sidang Kasus Perdata No.164 Lahan Batu Dinding Buyungon

indoBRITA, Amurang – PN Amurang kembali menyidangkan Kasus Perkara Perdata No.164/Pdt.G/2022/PN.Amr, Kamis (16/2/2023). Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Anthonie S. Mona, SH, MH didampingi Hakim Anggota Muhammad Sabil Ryandika, SH, MH dan Swanti N. Siboro, SH serta Panitera Pengganti (PP) Gabriella J. Pondaag, SH.

Sidang gugatan Jacoba Mamangkey dengan kuasa hukum Amir Minabari, SH, MH dan Arifin Andiwewang, SH. Keempat saksi yang hadir yaitu Ferry Wenas, SE, Max Markus Ottay, Marie Ottay dan Anie Ulaan. Sementara tergugat dengan kuasa hukum Noch Novri Lomboan, SH. Tetapi hadir pula tergugat 1 Stevy Wongkar, tergugat 4 Welliam Lelengboto dan tergugat 5 Marlin Lengkong.

Keterangan saksi pertama, Ferry Wenas mulai pukul 11.35 Wita dan berakhir pukul 13.00 Wita. Mengingat banyak pertanyaan yang disampaikan baik kuasa hukum Jacoba Mamangkey Amir Minabari, SH, MH serta Arifin Andiwewang, SH maupun kuasa hukum tergugat Noch Novri Lomboan, SH.

”Keterangannya, bahwa pertama Jacoba Mamangkey dikenal lantaran asal Buyungon. Kemudian, mengetahui kalau lahan Batu Dinding adalah milik orang tuanya. Maka dari itu, tahun 2013 sewaktu dirinya menjabat Kepala Kelurahan Buyungon ikut menerbitkan surat keterangan kepemilikan. Yang pasti, dari surat tersebut menjadi syarat untuk mendapatkan sertifikat dari Kantor ATR/BPN Minsel,” kata Wenas.

Lanjut Wenas, hanya saja surat yang dibuat terjadi kekeliruan lantaran tidak ada penomoran dalam surat dimaksud. ”Pada dasarnya, kuasa hukum Amir Minabari Cs dan Novri Lomboan ikut mengajukan beragam pertanyaan kepadanya. Tetapi, diakuinya sebagai manusia biasa semuanya bisa dijawab dengan baik,” ujar eks kepala kelurahan Buyungon sekitar 12 tahun lebih.

Baca juga:  Libur Lebaran, Sekjen Kemenkumham: Cegah Deteni dan Warga Binaan Pemasyarakatan Kabur

Sedangkan saksi kedua, Max Markus Ottay saat ditanya kuasa hukum penggugat dan tergugat ‘terjadi’ sedikit bingung. ”Hanya saja, semua pertanyaan dijawab dengan baik. Kecuali itu, keterangannya kalau Tommy Lumintang tidak memiliki lahan disekitar objek sengketa Batu Dinding. Ottay menyebut, bahwa Lumintang memiliki lahan diatas batu namun melewati jalan Ro’dok. Sedangkan, Janni Sondakh juga tidak memiliki lahan disekitar objek sengketa. Kecuali itu, Sondakh hanya ada lahan diatas dan berbatasan dengan Adam Rungkat serta Man Lengkong dan Jeffry Maramis,” jelas Ottay sedikit gemetar.

Saksi ketiga, Marie Ottay menjelaskan hubungan antara Tommy Lumintang sangat dekat. ”Pertama, suami pertamanya bermarga Lumintang. Dan ‘baudara’ dekat dengan Tommy Lumintang. Jadi, sejujurnya seingatnya bahwa Tommy Lumintang juga tak memiliki lahan disekitar objek sengketa Batu Dinding Buyungon. Kecuali itu, Tommy mempunya lahan di jalan Ro’dok bulan disekitar objek Batu Dinding,” tegas Marie sambil menyebut, jarak kemelilikan lahan TL sekitar 1 kilometer lebih dari lahan Baru Dinding,” sebutnya.

Dilanjutkan dengan saksi keempat Annie Ulaan. Hakim Ketua menanyakan jangan pernah salah dalam pertanyaan kuasa hukum. Termasuk, pertanyaan hakim sekalipun. Apabila terjadi kesalahan, berarti ini akan jadi catatan PN Amurang.

”Ya, Jacoba Mamangkey dalam sidang hari ini telah selesai dengan menghadirkan 4 orang saksi. Dengan demikian, apakah masih ada saksi lanjutan,” tanya Hakim Ketua Anthonie S. Mona, SH, MH.

Baca juga:  Safari Jumat, Polres Minahasa Utara Ajak Warga Hindari Hoaks

Amir pun mengaku masih ada satu atau dua saksi lagi. Tetapi, saksi kunci tersebut berada dalam Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Amurang karena kasus. ”Jadi, apakah PN Amurang bisa menyurat Kepala Lapas Kelas III Fentje Mamirahi terkait meminta izin soal saksi kunci didalam lapas bisa hadir. Ternyata, hal tersebut tidak semuda membalikan tangan. Maksudnya, beda kasus yaitu perdata hanya keluarga dan pemerintah setempat yang menyurat. Sedangkan PN Amurang kalau kasus pidana, maka wajar PN Amurang tahu,” sebut Amir Cs.

Jawab hakim ketua, sidang selanjutnya ditetapkan Senin (20/2/2023) dengan agenda menghadirkan kembali saksi baru. ”Jadi, aturlah biar keluarga dan penggugat bisa mendapatkan saksi kunci yang ada di Lapas Amurang. Artinya, semuanya sesuai aturan yang berlaku,” tukas Mona, putra asal Kota Bitung ini.

Dari pantauan awak media, sidang gugatan lahan Batu Dinding Buyungon diketuk palu oleh hakim ketua sekitar pukul 11.10 Wita dan berakhir sekitar pukul 15.15 Wita, atau sekitar lima jam berlangsung namun terjadi istirahat makan sekitar satu jam lamanya. Dikatakan kuasa hukum Amir Minabari, SH, MH bahwa memastikan tak ada kesalahan yang disampaikan keempat saksi untuk penggugat Jacoba Mamangkey. ”Namun, kami masih diberi waktu hingga Senin (20/2/2023) akan menghadirkan satu saksi kunci lainnya. Kita tunggu saja, pasti semuanya akan ditambahkan kasih dan pertolongan Tuhan biar berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(ape)

Pos terkait