Sidang Tambahan Bukti Dokument, Pengacara Amir: Kliennya Memasukan Rekaman Penting

indoBRITA, Amurang – Sidang lanjutan kasus Perdata atas sengketa lahan perkebunan Wale Pisok atau lebih dikenal dengan nama Batu Dinding, di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam sidang dengan agenda memasukan tambahan bukti-bukti dokument terakhir. Tidak disia-siakan kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat, Kamis (09/03/2023).

Pihak penggugat, adalah pemilik sah lahan tersebut Jacoba Mamangkey yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 00701, dengan luas 37.845 M². Melalui kuasa hukumnya menyebut ada sejumlah dokument tambahan yang sangat penting. Salah satunya bukti rekaman percakapan oknum camat Amurang.

“Ya, dokument penting sudah diserahkan ke majelis hakim. Salah satunya, bukti rekaman percakapan oknum Camat Amurang dengan anak pemilik lahan saat diundang ke kantor Kecamatan Amurang. Kami sangat yakin setelah bukti ini diterima lalu didengar oleh majelis hakim menjadi bahan bukti yang sangat kuat bahwa lahan milik klien saya telah dikuasi dengan cara yang tidak benar oleh tergugat. Dan kemudian serangkaian para oknum didalamnya diduga memperjual-belikan lahan tersebut,” ujar Amir Minabari SH, MH, pengacara Jacoba Mamangkey.

Baca juga:  Kapolri Tegas Proses Pidana Anggota Terlibat Jaringan Fredy Pratama

Amir menjelaskan lebih mendetail, apa yang dipercakapkan didalam rekaman tersebut. Jadi, sangat jelas bahwa hasil rekaman tersebut diterima majelis hakim untuk jadi bukti kuat.

“Intinya rekaman itu, klien kami dibujuk agar menerima bagian uang hasil penjualan lahan batu dinding. Yang mereka perjual belikan senilai Rp 175 juta, dimana hasil penjualan sebesar Rp 300 juta. Kemudian dikatakan sisanya Rp 125 juta dibagi untuk mereka enam orang. Dari percakapan itu sudah membuktikan dua opsi, secara tidak langsung para oknum sudah tau itu lahan milik klien kami. Klin kami dibujuk dengan mendapat bagian yang lebih besar. Dan pastinya klien kami menolak penawaran mereka,” ungkap Amir lagi.

Besar harapan dari kuasa hukum penggugat, kiranya majelis hakim yang mulia sudah melihat titik terang atas kasus tersebut. Bahwa lahan Wale Pisok atau Batu Dinding adalah benar milik kliennya Jacoba Mamangkey.

Baca juga:  Sepekan Operasi Keselamatan Samrat 2024 di Sulut, Pelanggaran Helm dan Safety Belt Masih Mendominasi

Persidangan perkara perdata ini ditangani oleh majelis Hakim Yang Mulia diantaranya, Hakim Ketua Antonie S. Mona, SH didampinggi dua hakim anggota yakni Muhammad Sabil Ryandika, SH, MH dan Swanti N. Siboro, SH serta Panitera pengganti Gebriella J. Pondaag, SH.

Para tergugat, Stevie Wongkar selaku tergugat I kemudian Riedel Joyke Wongkar tergugat II, Ronald Korompis tergugat III, Weliam Lelengboto tergugat IV dan Marlin Lengkong tergugat V. Dan turut terugat I Lurah Buyungon dan tergugat II Camat Amurang selaku PPATS.

Dari informasi warga Amurang secara khusus dan Minahasa Selatan pada umumnya, berharap kasus ini akan selesai dengan baik. Artinya, kalau pun dimenangkan oleh pemilik sah Jacoba Mamangkey, itu karena mereka memiliki SHM yang notabene diterbitkan oleh Kantor ATR/BPN Minsel. Dengan demikian, harapan majelis hakim kiranya masalah ini diharapkan terjadi damai.

Selanjutnya, PN Amurang akan melanjutkan sidang kasus perdata perkebunan Wale Pisok, Kamis (29/3/2023).

(*/ape)

Pos terkait