Soal Proses Pembentukan/Pendirian Panji Yosua : Senator SBANL: Semua Melalui Kajian Teologi

indoBRITA, Manado – Menjawab berbagai tanggapan terkait soal Panji Yosua GMIM, eks Ketua Komisi P/KB Sinode GMIM Periode 2014-2018 Ir. Stefanus BAN Liow, MAP mengatakan pembentukan/pendirian Panji Yosua adalah untuk menjawab kebutuhan pelayanan saat ini dan akan datang.

”Panji Yosua adalah perangkat pelayanan P/KB GMIM, untuk mengajak bapak-bapak gereja agar aktif dalam persekutuan ibadah. Selain itu, mengoptimalkan tugas sebagai kepala keluarga sekaligus imam, nabi dan raja ditengah keluarga,” kata Liow ketika menghubungi indoBRITA.co dari Jakarta.

Lanjut SBANL, demikian sapaan senator DPD RI menjelaskan, bahwa keberadaan Panji Yosua untuk mendayagunakan karunia dan potensi. Termasuk pemberdayaan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup, mencegah dan memberantas penyakit sosial kemasyarakatan.

”Artinya juga Panji Yosua P/KB GMIM berperan dalam peribadatan. Meningkatkan kesejahteraan dan kamtibmas,” jelasnya.

Ketika ditanya sejumlah media dan kalangan masyarakat apa dan bagaimana sejarah pembentukan Panji Yosua. Senator Stefanus BAN Liow menjawab, pembentukan/pendirian Panji Yosua melalui proses yang terbilang panjang.

”Ya, sebagaimana saya katakan diatas, bahwa pembentukan/pendirian Panji Yosua itu ada prosesnya. Nah, proses dimaksud yaitu ditetapkan melalui SMST GMIM Tahun 2014-2015. Olehnya, tidak serta merta bahwa prosesnya langsung berjalan,” tegas anggota DPD RI/MPR RI yang juga asli Minsel.

Sementara itu, SBANL menambahkan setelah proses berjalan, tentunya ada kajian teologisnya. Soal kajian teologisnya disusun oleh Pdt Dr Antonius Dan Sompe, M. Th. Sedangkan desain dan arti logo diciptakan oleh Franky Noldy. Lontaan.

Baca juga:  Ormas dan Pers Minsel Minta RDP Terkait Belum Selesainya RAPBD 2021

”Dengan demikian, sebagaimana kita baca Alkitab Yosua 4:24 yang menjadi moto oleh Pdt Karly W. Karundeng, M. Th bahwa tentunya saat proses pembentukan sangat memakan waktu. Dan Radio Sion, Tomohon yang menjadi lokasi berpikir bagaimana pembentukan Panji Yosua,” ujar penasehat Panji Yosua dan P/KB SG Periode 2022-2027.

Ditambahkan Senator Stefa, sedikit menceritakan dalam suatu waktu tahun 2014 bertempat di Radio Sion Tomohon, dimana disaat itu dia sebagai Anggota BPMS GMIM Periode 2014-2018. Dipercayakan juga sebagai Direktur Utama Radio Sion, meminta kepada mereka dalam hal ini tim.

”Saat itu Pdt Sompe adalah Sekretaris Departemen APP Sinode GMIM. Dimana, setiap Sabtu memberikan materi penjabaran MTPJ di Radio Sion, Pdt Karly Karundeng, selaku Pemred Radio Sion, serta Franky Lontaan sebagai Reporter Radio Sion merangkap layout Renungan Pelita P/KB Sinode GMIM. Mereka terus memotivasi agar rencana diatas harus dilakukan dengan baik,” sebut Liow yang juga suami dari Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tomohon Ir. Miky Nita Wenur, MAP.

Namun bukan berarti saat itu langsung diterima kajian teologis, disain dan makna logo serta moto. Tetapi dalam suatu proses diskusi, semiloka, rapat, konsultasi dan sidang gerejawi.

Baca juga:  Disaksikan JWS, Lomba Dayung Perahu di DAS Tondano Berlangsung Meriah

”Demikian pula penetapan Mars dan Hymne Panji Yosua dengan pencinta yakni Dr. Maikel Sanger adalah melalui sayembara dan Semiloka di Jemaat Pniel Manembo-Nembo Bitung. Dimana waktu itu Pnt. Ir. Maurits Mantiri adalah Ketua Komisi P/KB GMIM Jemaat dan Wilayah setempat juga sebagai Anggota Komisi P/KB SG Periode 2014-2018 sekaligus Korbid Minat dan Bakat,” urainya lagi.

Sedangkan juri waktu itu adalah Pdt Dan Sompe (aspek teologis), Prof. Dr. Perry Rumengan dan tidak salah juga Ronald Pohan dari aspek teknis.

”Waktu itu ada lebih dari 10 komponis GMIM yang ikut sayembara dan semiloka. Untuk draf panduan Panji Yosua dipercayakan kepada Pnt. Drs. Jakried Maluenseng, MSc, saat itu Korbid Litbang dan Infokom Komisi P/KB Sinode GMIM. Hasilnya, seperti yang sudah ada hingga sekarang. Namun, Liow menyebut bahwa proses pembuatan/pendirian tentunya memakan waktu yang tidak sia-sia. Semoga bisa dipahami dan diberkati oleh Tuhan Yesus, sambil berharap Panji Yosua akan terus menjadi tujuan bagi anggota P/KB GMIM dan masyarakat GMIM pada umumnya,” pungkas SBANL dan mengakhiri percakapan dengan wartawan.

(*/ape)

Pos terkait