Terkait Aset Negara yang Diklaim Milik Mantan Legislator Bolmong, Ada yang Siap Buka-bukaan

IndoBRITA, Bolmong—Polemik aset Negara berupa lahan persawahan yang berada di Desa Mopuya, Kecamatan Dumoga Utara, Bolaang Mongondow, menarik dikupas secara tuntas. Adapun oknum mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bolmong I Nengah Purwayana yang secara gamblang menyakini hak atas lahan tersebut.

Pada pemberitaan sebelumnya, I Nengah Purwayana memberikan penjelasan membingungkan dimana terdapat  kalimat yang kontradiksi keluar langsung dari mulutnya, yang mana beliau membeli sertifikat dari oknum berinisial S berupa Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun pada pernyataan lainnya beliau mengatakan lebih dulu mengantongi Akta Jual Beli (AJB) sebelum terbitnya SHM.

Aset Milik Balai Sungai berupa Lahan persawahan yang diklaim milik I Nengah Purwayana

Guna membuka tabir akan kejelasan masalah ini ada seorang oknum (Narasumber) jelas yang belum mau menyebutkan namanya mengatakan, awalnya entah siapa yang mulai agar terjadi kesepakatan saling mengutungkan antara oknum-oknum dari pihak Balai sungai dan I Nengah Purwayana. Singkat cerita, pihak oknum-oknum nakal dari Balai Sungai ini meminta uang dengan nominal ratusan juta ke pihak I Nengah Purwayana untuk menghilangkan dokumen negara terkait lahan persawahan tersebut, namun nominal ini tidak dapat disanggupi pihak I Nengah Purwayana, terakhir terjadi kesepakatan antara kedua bela pihak dengan nilai puluhan juta saja dan dibayarkan secara bertahap, uang tersebut diserahkan oleh oknum yang mengaku salah satu dari anak  I Nengah Puwayana. “Saya belum bersedia mencantumkan nama dalam pemberitaan ini, namun apabila diperlukan keterangan, misalnya dalam proses hukum kedepannya saya siap, pokoknya saya siap, banyak bukti yang nantinya akan saya buka secara bertahap “, ujar narasumber.

Baca juga:  Dihadiri Kepala BPKP Sulut, Walikota Bitung Serahkan Bantuan Sosial Tunai Bagi 398 KPM

Sangat disayangkan tentunya, mengingat I Nengah Purwayana merupakan orang terpandang di kampungnya. Apabila ini terbukti  adanyan persekongkolan antara dirinya dengan orang dalam Balai Sungai, maka akan tertanam  citra buruk bagi masyarakat, apalagi beliau merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bolmong yang seharusnya dapat menjaga marwah dan taat pada aturan-aturan negara. Kemudian juga nantinya persawahan tersebut secara otomatis menajadi hak Pemerintah dan bahkan akan diproses pidana berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

” Kami LSM LP2KKNP siap berjuang membuka tabir misteri kejalasan aset negara yang diduga disalahgunakan oknum-oknum nakal demi kepentingan atau memperkaya diri sendiri. Kami meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tegas mengusut masalah ini sampai tuntas. Kami mencium aroma kong-kalikong antara pihak-pihak terkait”, cetus Stenly Sendouw ketua umum LSM LP2KKNP.
(Irv)

Baca juga:  Tim ROTR Polresta Manado Amankan Pelaku Judi Togel Online di Malalayang

Pos terkait