Pertama Kali, 225 Siswa Kelas IX SMPN 1 Amurang Gelar Ujian Sekolah Berbasis Android

indoBRITA, Amurang – Sebanyak 225 siswa kelas IX SMPN 1 Amurang, mulai Senin (22/5/2023) menggelar Ujian Sekolah (US) tahun 2023. US tahun 2023 merupakan pertama kali siswa menggunakan system android.

Kepala SMPN 1 Amurang Selfia U Sumilat, S. Pd MM mengatakan ujian sekolah berbasis android telah dibuka secara online oleh bupati FDW di salah satu SMP Kecamatan Tatapaan. ”Ya, US tadi dibuka Bupati FDW di Tatapaan. Sedangkan wakil bupati PYR membuka di sekolah yang dipimpinnya,” kata Sumilat.

Menurut Sumilat, US berbasis android tahun 2023 akan berakhir hingga Jumat (26/5/2023) atau selang lima hari pelaksanaannya. Lanjut mantan kepala SMP Katolik Aquino Amurang menjelaskan, apabila ada siswa yang tak memiliki android, maka pihaknya pasti menyediakan labtob atau komputer yang langsung terhubung dengan system.

Baca juga:  FMIPA Unsrat Gelar Pelatihan Pembuatan Database Kependudukan di Desa Sea

”Dengan demikian, harapannya agar para siswa jaga kesehatan. Sebab, masih ada empat hari lagi pelaksanaan US. Kalau pulang, jangan bermain, harus belajar rutin biar fokus untuk ujian,” jelas Sumilat lagi.

Senada Kepala SMPN 2 Amurang Paula Moonik, S. Pd, MAP mengatakan, siswa peserta ujian sekolah terdaftar 129. ”Tetapi, Senin (22/5/2023) ini hanya 126 siswa kelas IX yang ikut. Berarti ada tiga siswa yang belum hadir. Dengan demikian, kemungkinan ketiga siswa baru aka. Diikutsertakan pada ujian susulan,” ungkap Moonik.

Sama halnya dengan Kepala SMPN 1 Amurang Timur William A Egeten, S. Pd, M. Pd menyebut ada 50 siswa yang mengikuti ujian sekolah. ”Dengan demikian, hari pertama ujian sekolah berjalan dengan baik. Harapannya, hingga Jumat mendatang dipastikan berjalan dengan baik pula. Artinya, tidak ditemukan berkurangnya siswa peserta ujian,” ucap Egeten.

Baca juga:  Sambut Natal dan Tahun Baru, Area Pasar Modoinding Dipasang Lampu Hias

Lain lagi diungkapkan Kepala SMPN 1 Tumpaan Wenly Kaligis, S. Pd MM dihadapan Kepala Bidang PAUDNI Calvin Mamoto dan panitia Max Tambajong, S. Pd terdapat 150 siswa peserta ujian sekolah. ”Untuk sekolah yang dipimpinnya, ada 150 siswa yang ikut ujian berbasis android. Namun, ada beberapa siswa yang tak memiliki android. Artinya, pihak sekolah langsung mengantisipasi para siswa peserta disediakan peralatan ujian. Seperti labtob dan komputer yang langsung terhubung dengan system. Bahkan, kami bertanya apabila siswa belum biasa menggunakan android, maka pihaknya menyediakan bahan dan materi ujian kertas,” tukas Kaligis.

(ape)

Pos terkait