Prinsip Keterbukaan, Sinarmas MSIG Life Tegaskan Komitmen Perlindungan terhadap Nasabah

Sinarmas MSIG Life salah satu layanan asuransi terbaik di Indonesia (Foto: dok MSIG)

indoBRITA, Manado—PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (Sinarmas MSIG Life) kembali menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan terbaik kepada Nasabah. Dalam menjalankan praktek usahanya, Sinarmas MSIG Life selalu memegang prinsip keterbukaan dan taat pada norma hukum yang berlaku.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Chief Legal, Compliance & Corporate Secretary Sinarmas MSIG Life, Renova Siregar, merespons adanya kunjungan sejumlah korban penipuan dari mantan agen Swita Glorite Supit di kantor cabang Sinarmas MSIG Life di Jalan Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Rabu (24/05/2023).

Bacaan Lainnya

“Secara prinsip kami selalu membuka diri atas segala macam masukan. Dalam kasus hukum yang dilakukan oleh Swita Glorite Supit yang menimbulkan kerugian pada sejumlah korban, termasuk juga kami, tentunya kami menunggu proses hukum yang berlaku,” kata Renova dalam keterangannya kepada media.

Baca juga:  Apel Kehormatan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Berjalan Khidmat

Renova menjelaskan dalam kasus hukum akibat penipuan yang dilakukan oleh Swita ini terdapat dua gugatan perkara yang diajukan. Gugatan perdata sudah diputuskan oleh PN Manado dan pihak Sinarmas MSIG Life mengajukan proses banding atas putusan tersebut.

Selanjutnya ada lagi perkara pidana. Pada perkara pidana ini, pihak Sinarmas MSIG Life telah melaporkan sejumlah pihak dan atas laporan ini Pengadilan Negeri Manado sudah menjatuhkan vonis yang sudah berkekuatan hukum tetap. Namun di sisi lain, saat ini Sinarmas MSIG Life juga dilaporkan oleh sejumlah korban sebagai pihak terlapor di Polda Sulawesi Utara.

“Proses hukum yang sedang berjalan saat ini berasal dari 20 nama. Mereka sebagian besar memiliki hubungan kekerabatan dan keluarga. Mereka juga sudah saling kenal,” kata Renova.

Baca juga:  Kapolres Minsel Ingatkan Paslon Peserta Pilkada Konsisten Patuhi Protokol Kesehatan

Berdasarkan fakta persidangan yang sudah dilakukan, kasus penipuan yang dilakukan oleh Swita ini ditemukan adanya transaksi berjumlah signifikan dengan korban dari kalangan tertentu yang memiliki hubungan dekat. Sang mantan agen bisa menarik para korban karena memberikan iming-iming bonus, hadiah, serta imbal pengembalian yang besar.

Menurut Renova, hal semacam tidak sesuai dengan fitur produk perusahaan. Aksi ini turut pula melibatkan pihak perbankan sehingga tindakan penipuan itu dapat terjadi.

“Atas peristiwa hukum ini, kami melakukan banyak koordinasi dan klarifikasi. Tidak hanya dengan para korban penipuan yang dilakukan oleh Swita, tetapi kami juga berkoordinasi secara maraton dengan pihak OJK maupun kepolisian. Termasuk juga kami selalu menyampaikan update informasi ini kepada otoritas bursa,” ujar Renova. (*/adm)

 

Pos terkait