Keberangkatan Kapal dari Pelabuhan Manado Masih Berjalan Seperti Biasa

IndoBRITA, MANADO—Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Utara baru saja mengeluarkan informasi terkini prakiraan berbasis dampak hujan lebat.

Berdasarkan informasi update dinamika cuaca untuk wilayah Sulawesi Utara (Sulut), masyarakat diharapkan untuk berhati-hati terhadap potensi wilayah terdampak hujan lebat.

Bacaan Lainnya

Nah, di Pelabuhan Manado sendiri, keberangkatan kapal masih berjalan dengan normal. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Letkol Marinir Benyamin Ginting mengatakan, kondisi laut yang akan dilewati kapal dari pelabuhan Manado masih dalam kategori aman.

“Masih aman, jadi keberangkatan kapal seperti biasanya,” kata Ginting saat ditemui di kantor KSOP Senin (11/9/2023).

Baca juga:  Belum Booster, Penumpang Bertiket Manado-Ternate ‘Diusir seperti Teroris’ dari Kapal

Dia pun mengakui belakangan ini ada keterlambatan kapal akibat cuaca hujan tersebut.

“Memang sebelumnya ada keterlambatan kapal 1-2 jam akibat cuaca itu, sehingga kecepatan kapal berkurang,” ucapnya.

Ginting menjelaskan pihaknya selalu memegang data primer dan sekunder yang menjadi acuan keberangkatan kapal. Data primer adalah informasi dari BMKG. “Jadi kita selalu melihat data primer dari BMKG disamping pengumuman persyaratan lainnya yang kami keluarkan,” jelasnya

Menurutnya, data primer tersebut harus disampaikan kepada para nakhoda kapal yang akan berangkat.

“Ketika mereka menunjukan surat persetujuan berlayar, maka dia harus update data dari BMKG, karena disitu dia bisa melihat rute pelayarannya,” jelasnya

Ia menambahkan jika ketinggian gelombang berada diatas ketinggian 2,5 Meter sesuai informasi BMKG maka kapal tidak akan diizinkan berangkat.

Baca juga:  Inspektorat Sangihe Turun Periksa Dandes

“Siapapun yang protes, tidak akan kita izinkan karena aturannya sudah seperti itu,” katanya lagi.

Kata Ginting, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada nakhoda agar lebih berhati saat bertemu dengan kecepatan angin yang tinggi.

“Kalau bertemu dengan kecepatan angin yang tinggi, dan tinggi gelombang dirasa kurang aman, segera secepatnya berlindung, baik diantara pulau, atau pindah di pelabuhan mana yang bisa berlindung,” jelasnya

Sementara itu untuk data sekunder KSOP Manado selalu mengambil penjelasan dari nakhoda yang baru melewati jalur laut.

“Kita tanya ke mereka bagaimana kondisinya, kalau mereka bilang masih aman kita pertimbangkan, sebaliknya juga kalau data primer bilang aman tapi sekunder katakan berbahaya tetap kita tunda,” jelasnya.(hng)

Pos terkait