Menumpang KM Dorolonda, Saksi dan Tim Partai Gerindra Minsel Tiba di Jakarta

indoBRITA, Jakarta – Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Minahasa Selatan Frede Aries Massie menjelaskan, jadwal sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) sesuai informasi tanggal 29 April 2024. Massie menyebut, para saksi dan tim partai Gerindra akan menumpang KM Dorolonda dari Pelabuhan Bitung.

”Ya benar, para saksi dan tim berangkat ke Jakarta dengan menumpang KM Dorolonda, Selasa (16/4/2024). Sesuai jadwal para saksi dan tim tiba di Jakarta Senin (22/4/2024),” kata Ketua Frede Aries Massie.

Massie menjelaskan, karena masih sekitar enam hari atau seminggu lagi baru digelar persidangan. Maka, para saksi dan tim akan digodok habis-habisan oleh kuasa hukum DPP Partai Gerindra.

”Masih untung ada seminggu para saksi dan tim di Jakarta dan mereka akan digodok biar mengetahui dengan baik apa dan maksud sebagai saksi. Jangan setelah mengaku menjadi saksi, ketika duduk dimuka hakim MK, saksi yang dipakai grogi semuanya. Olehnya, kalian para saksi diminta untuk memberikan hal yang benar dihadapan hakim yang mulia,” ujar Massie yang mengaku siap maju di Pilkada Minsel 27 November 2024.

Baca juga:  PDI-P Sulut Salurkan Bantuan di Tingkat Ranting dan Anak Ranting Wenang

Menurut pengusaha sukses ini, di Jakarta para saksi parpol diminta untuk fokus. Tapi, tidak dilarang kalau ada keluarga yang datang menjemput kalian disini. Usulnya, anda datang di Jakarta untuk menjadi saksi kunci perlakuan sejumlah anggota DPRD Minsel yang notabene dari PDIP dan diketahui melakukan banyak hal tak terpuji dengan kecurangan mereka.

”Jangan lupa, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita serahkan semuanya kepada Dia. Kita terus berdoa agar Tuhan menjaga keluar masuk kita biar di hari H, kita akan dituntun dengan hikmat sorgawi untuk banyak orang,” pungkas suami tercinta Ny. Marini Lolowang.

Baca juga:  Minut Kembali Ketambahan TPS Untuk PSU

Dolfi Repi, salah satu saksi parpol yang siap memberi kesaksian di MK menjelaskan ada banyak bentuk kecurangan yang terjadi selama pemilu 14 Februari 2024 di dapil Minsel 3 (Tompasobaru, Maesaan dan Modoinding).

”Seperti unsur pemerintah desa yang tergabung di KPPS dan PPS. Harusnya, KPPS dan PPS harus netral, namun demikian justru mereka lebih dengar sejumlah oknum Penjabat Hukum Tua dan Plt ketua DPRD Minsel. Lebih parah lagi, oknum KPPS dan PPS dan perangkat desa membantu melakukan hal tak terpuji demi memenangkan orang lain. Makanya, kita lihat didepan MK demi kebenaran dan keadilan,” ungkap Repi, yang juga seorang hamba Tuhan.

(ape)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *