Efraim Lengkong Nilai Pemberhentian Tammy Wantania Bernuansa Politik

Efraim Lengkong (dok: EL)

indoBRITA, Manado– Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) memberhentikan

Tammy Wantania akhirnya diberhentikan sebagai pendeta pekerja GMIM. Pemberhentian pendeta bergelar doktor itu melalui surat Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM nomor A.339 Tahun 2024 tanggal 06 Mei 2024.

Bacaan Lainnya

Surat tersebut ditandatangani langsung Ketua BPMS GMIM, Pd. Dr. Hein Arina. BPMS GMIM menilai Tammy melanggar Tata Gereja GMIM 2021.“Saya justru melihat pemberhentian tersebut sarat nuansa politiknya,” kata Wakil Ketua Kelompok Pelayanan Lansia GMIM  Wilayah Malalayang Timir, Efraim Lengkong kepada wartawan di Manado, Rabu (8/5/2024) malam.

Baca juga:  Horeeeee,,Presiden Prabowo Berikan BTS ke Kota Manado

Efraim menyebut pemberhentian seseorang yang sudah lama menjalankan  tugas pelayanannya di GMIM mencerminkan tidak adanya hukum kasih.  Pendapat dia, hanya  mereka yang terbukti melakukan tindak pidana yang dapat diberhentikan secara tidak hormat.

“Mari kita jujur. Ada banyak yang melakukan perbuatan tindakan tercela termasuk dalam pengelolaan keuangan jemaat dan lain sebagainya, tapi tidak diberikan sanksi,” ujarnya.

Seharusnya menurut mantan jurnalis ini, Tammy dipanggil dan diminta keterangannya soal  langkahnya  terjun di dunia politik. “Lebih elok kalau ditanyai secara langsung. Lalu diberi saran untuk sebaiknya mengundurkan karena sudah berpolitik,”  ucap Efraim.

Baca juga:  Kapolres Minahasa Selatan Lantik 5 Pejabat Baru

Sesuai informasi Tammy memang sedang menyiapkan diri untuk maju perhelatan Pilkada Talaud sbagai bakal calon bupati.  “Jika di Pilkada ia terpilih, saya pikir itu suatu kebanggaan. Ia bisa melayani dan mengabdi dalam pelayanan lain dan untuk kepentingan orang banyak juga,”  Efraim memaparkan.

Ia bertutur ada sejumlah pendeta yang juga terjun ke panggung politik, baik di area legislatif maupun eksekutif. “Setelah selesai tugas, mereka bisa kembali melayani,” imbuhnya.

Soal tudingan adanya hubungan khusus dengan Bupati Talaud, Efraim menilai itu tak masalah. “Dua-duanya sudah tidak memiliki pasangan hidup,” kata Efraim. (*/adm)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari INDO BRITA di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait