Bahari Kurniawan, Pemain Sayap yang Jadi Mesin Gol WBFC

Bahari Kurniawan (Foto: dok WBFC)

 

indoBRITA, Tangerang- Tak ada yang menduga sebelumnya, jika kemudian nama anak muda berusia 20 tahun ini  menjelma jadi seorang “predator” yang mengerikan di kotak penalti.

Bacaan Lainnya

Muhammad Bahari Kurniawan, kini jadi sorotan di Pentas Liga 3 Nasional yang sudah memasuki babak 16 Besar. Dia sudah mengoleksi 8 gol setelah klubnya Waanal Brother (WBFC) menyelesaikan laga pertama di Grup A menghadapi PSM Madiun di Stadion Benteng, Tangerang.

Brace yang dibuat Bahari ke gawang PSM Madiun saat WBFC menang dramatis 3-2, membawanya ke puncak daftar pencetak gol terbanyak sementara Liga 3. Nama Bahari bersanding dengan Andy Sopian dari Dejan FC, sama-sama menggemas 8 gol.

Hebatnya, posisi Bahari bukanlah seorang pemain nomor 9 di lini serang WBFC. Dia adalah pemain sayap kiri yang rajin melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti lawan dengan kemampuan skill serta teknik yang mumpuni.

Baca juga:  Duo SMAN 7 Manado Ini Andalan Tim Bola Voli Sulut

Bahari punya kecepatan, lincah dan tentunya bernaluri tinggi dalam hal membunuh gawang lawan. Ia selalu muncul sebagai pahlawan kemenangan bagi WBFC. Sebagai mesin gol WBFC, Bahari tak tergantikan di lini serang.

Pelatih WBFC, Sahala Saragih, selalu memberi kepercayaan kepada Bahari disetiap laga. Dan kepercayaan itu dibuktikan Bahari lewat gol-gol spektakuler dan mengesankan yang ia buat dilapangan hijau.

Bahari lahir di Bengkulu, 15 Januari 2004. Ia adalah anak paling tua dari tiga bersaudara. Ibunya Yustinasari dan sang ayah Sarman Nustari, selalu mendukung penuh Bahari sebagai seorang pesepakbola. “Sebelum bertanding saya pasti telp Ibu dan ayah untuk minta didoakan,” ujar Bahari.

Bahkan seusai bertanding Bahari mengaku dirinya suka mengabari orang tuanya. Bahari begitu menyayangi kedua orang tuanya dan kedua adiknya.

Ketika ditanya kenapa bisa memilih WBFC sebagai pelabuhannya dalam meniti karir sepak bola. Bahari dengan mantap menjawab, bahwa dirinya mendapatkan ketenangan dan termotivasi untuk memberi yang terbaik.

Baca juga:  Targetkan Juara Umum di Kejurnas Seri 1 Jatim, Kuda Milik Olly-Steven Adu Cepat Kelas Derby

“Di WBFC ini saya melihat kita penuh kekeluargaan. Pak Manajer (Ray Manurung) dan istrinya saya sudah anggap sebagai orang tua. Saya dan semua pemain sangat berterima kasih bisa diterima dan diperhatikan seperti anak sendiri di WBFC,” kata Bahari.

Bahari tidak berambisi untuk menjadi topskor di Liga 3. Yang paling utama adalah bagaimana membawa WBFC lolos ke Liga 2. Soal topskor jika kemudian ia dapatkan gelar itu hanya sebagai bonus.

“Saya juga berterima kasih kepada Coach Sahala, Coach Rocky dan Coach Aples yang selalu memberikan motivasi untuk saya dan semua pemain di WBFC,” tandas Bahari.

Bahari juga sedang dipersiapkan tampil di PON mendatang, membawa nama Papua Pegunungan. Dengan usia yang masih 20 tahun, Bahari terobsesi memberikan yang terbaik untuk tim sepakbola Papua di PON. (*/adm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *