Anggaran Sungai Mahawu dan Bailang Tidak Masuk, Amir Liputo Bakal Lakukan Hal Ini

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (0.37222221, 0.37222221); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 67.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

indoBRITA.co, MANADO – Sekretaris Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo angkat suara terkait penanganan banjir sungai Mahawu dan Bailang saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulut bersama mitra kerja Balai Wilayah Sungai Sulawesi I yang digelar di ruang rapat Komisi III, Senin (3/5/2024).

Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS) ini terlihat geram karena 10 tahun ia menjadi anggota dewan, hingga saat ini penanganan sungai Mahawu dan Bailang hanya sampai di desain saja oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Liputo, dampak banjir besar sungai Mahawu dan Bailang mengakibatkan rumah warga tenggelam dengan ketinggian air melewati atap rumah.

Baca juga:  Dilantik Angouw, Amir Liputo Jabat Ketua LPTQ Kota Manado

“Saya mau bicara panjang lebar, menurut saya itulah kewajiban kami, masyarakat telah mewakilkan kami sebagai anggota dewan. Tolong sampaikan salam kepada pak Dirjen. Jangan sampai pak Dirjen pulang, itu akan sama dengan pejabat Manado yang lain yang ada di pusat sana, di cap oleh orang Manado tidak berbuat apapun,” ujar Liputo.

Dia merasa heran, setiap kali ada pembahasan terkait masalah sungai Mahawu dan Bailang dalam RDP, sampai saat ini belum ada anggaran untuk penanganannya.

“Selalu kalau ada banjir, oh ini cuma dana sisa. Bahkan ketika yang lalu, saya hampir jadi masalah di lapangan, anak buah bapak bilang sudah dikembalikan pak dananya soalnya waktunya habis. Itu di tengah sungai pak, di tengah tetesan air mata orang-orang yang mengharapkan segera di buat,” ungkap Liputo kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I saat berlangsungnya RDP.

Lebih lanjut dikatakan Liputo, dirinya terus terang tidak setuju dengan pekerjaan yang ada sekarang ini, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Setiap hujan malah lebih parah.

Baca juga:  Komisi III DPRD Sulut dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I Gelar RDP

“Tanggul yang ada, di rombak. Diganti dengan bronjong. Bronjong bukan untuk menahan air, tapi tanah. Kami ke kementerian diberikan angin surga, segera masuk. Hari ini saya periksa, jangankan setengah rupiah, seperempat rupiah tidak ada,” sesalnya.

“Bahkan saya pernah bilang sama ibu Nur dan ibu yang satunya lagi di SDA. Saya bilang bu, kalau ini tidak masuk tahun depan, saya alas karpet, saya minta masyarakat Mahawu dan Bailang kita baca surat yasin untuk seluruh pejabat yang tidak memperhatikan ini. Kalau ini sampai tidak masuk, saya akan lakukan ini yang namanya sumpah Pocong. Mudah-mudahan Allah berlaku adil terhadap penderitaan rakyat yang tidak pernah mendapatkan perhatian. Sepuluh tahun saya bicara di sini pak,” pungkasnya. (Ein)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *