Lepianus Kogoya Siap Berhenti dari ASN dan Maju Calon Bupati Mamberamo Tengah

indoBRITA, Mamberamo Tengah – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Indonesia tahun 2024 tinggal menghitung bulan. Sama halnya di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Mamberamo Tengah. Sosok Lepianus Zine Kogoya, S.P M.KP yang status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Papua Pegunungan mengaku siap berhenti dan maju calon Bupati Mamberamo Tengah.

Lepianus Kogoya, S.PM. KP ketika diwawancarai di sela-sela kesibukannya di Jakarta, mengaku siap membangun Kabupaten Mamberamo Tengah. ”Ya, saya siap berhenti dari ASN. Karena, saya masih aktif dari ASN, oleh sebab itu, aturannya harus mundur baru mencalonkan jadi bupati,” ujar Leko sapaan Kogoya.

Menurutnya, ini sebagai bentuk tanggung jawab moral yang diembannya. Karena dorongan dan desakan masyarakat adat serta para tokoh-tokoh adat yang menghendakinya untuk maju sebagai calon pemimpin kabupaten Mamberamo Tengah tahun 2024.

”Saya maju calon Bupati karena desakan dan dorongan kuat dari masyarakat. Olehnya, saya pastikan kendaraan apa yang saya gunakan saat pilkada Kabupaten Mamberamo Tengah,”katanya kepada awak media ini di Jakarta.

Dikatakannya, pertama harus berjuang mendapatkan rekomendasi partai pengusung. Diakuinya, bersama tim sedang berupaya keras di Jakarta biar meyakinkan pimpinan partai politik untuk mendapatkan rekomendasi calon.

”Ya, saya yakin bahwa perjuangan bersama akan membuahkan hasil di Jakarta. Saya dan tim akan membawa pulang rekomendasi partai demi pencalonannya,” jelas Leko.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Polres Minsel bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Lanjut Leko, bahwa timnya dipercayakan kepada Tonny Richard Rengkung (TRR). Karena, Tonny memiliki jaringan kuat di Jakarta. Seiring hal diatas, kami berharap perjuangan Tonny dan kawan-kawan akan mendapatkan rekomendasi pencalonan bupati.

Seperti diketahui, Leko dalam pencalonan bupati mengusung slogan ‘Kasih Menembus Perbedaan dan Mamteng Honai Kita Bersama’. Karena dukungan tokoh adat, maka Leko siap mundur dari birokrat di Provinsi Papua Pegunungan.

”Saat ini, Lepianus Kogoya dipercayakan Gubernur Provinsi Papua Pegunungan sebagai salah satu kepala bidang di Dinas Kominfo dan Persandian. Hal ini, demi terwujudnya dan harapan tokoh adat, agama dan masyarakat suku adat. Juga, selama ini belum mendapat figur pemimpin yang relah melepas ASN untuk mengabdi kepada rakyat sebagai calon bupati,” ucap Rengkung.

Rengkung menjelaskan, Leko sebelum jadi ASN, dia adalah mantan Jurnalis handal Jayapura. Seperti harian Papua Post, Papua Time, Pasific Post. Juga mantan wartawan ANTARA di Jayapura, serta jurnalis TVRI Jayapura. Saat ini, Leko masih menjabat sebagai Ketua KONI Kabupaten Mamberamo Tengah.

”Dengan pengalaman segudang sebagai Jurnalis, maka Leko tahu semua hal yang berhubungan dengan kebijakan. Olehnya, apabila didukung masyarakat adat, agama, suku dan lainnya. Maka, Leko yang adalah ASN aktif siap mundur untuk menjadi calon bupati Kabupaten Mamberamo Tengah,” tukas Rengkung.

Dikatakannya, SDM Kabupaten Mamberamo Tengah banyak yang belum dikelola dengan baik. Artinya, banyak yang hanya menjanjikan dikalah menjadi keputusan. Tetapi, ternyata belum memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan rakyat. Sehingga ekonomi keluarga terjamin dan efeknya terhadap stunting yang selama ini sangat tinggi dapat di minimalisir.

Baca juga:  Mesin Partai Gerindra Bergerak Cepat, Saputra Optimis Prabowo Subianto Presiden RI Tahun 2024

”Kita jangan bicara pendidikan dan kesehatan dulu, jika kita belum benahi masalah kehidupan keluarga. Masyarakat yang selama ini tidak pernah dilibatkan dalam berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah daerah, karena hanya dijadikan objek untuk kepentingan penguasa dan para antek-anteknya,” ungkap Leko seperti dijelaskan Rengkung.

Menurutnya, pola ini harus kita robah dan jadilah pemimpin untuk melayani, bukan untuk dilayani. Benahi dulu kehidupan rakyat dengan pola hidup yang baik, sehingga gizi anak-anak tercukupi. Sehingga mereka bisa sekolah dengan baik dengan kesehatan terjamin.

”Jika semua ini bisa dilaksanakan, dana yang kita alokaikan di pendidikan dan kesehatan tidak sia-sia,”papar Leko mantan wartawan handal ini.

Selain itu, bidang ketahanan pangan, itu menjadi program prioritas dan bersinergi dengan program pemerintah pusat.

”Saya yakin mampu menjawab tantangan yang diamanatkan oleh para tokoh-tokoh adat, tokoh agama denominasi dan masyarakat suku adat di Mamberamo Tengah. Dan berharap perjuangan saya dan tim kerja di Jakarta saat ini bisa dijawab oleh pimpinan-pimpinan partai poltik dengan memberikan rekomendasi kepada saya,” tutupnya.

(ape)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *