indoBRITA, Manado – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Daerah Sulawesi Utara (Sulut) tak bosan-bosannya untuk memberikan pendampingan dan memfasilitasi kabupaten/kota di Bumi Nyiur Melambai agar bisa menjadi daerah layak anak.
Alhasil, sembilan kabupaten/kota di Sulut berhasil menyabet penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia.
Sembilan daerah yang diganjar penghargaan tersebut, adalah Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu dengan kategori KLA Nindya. Kemudian Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kota Manado berhasil meraih ketegori Madya. Juga ada Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang membukukan kategori KLA tingkat Pratama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, mengatakan penyerahan penghargaan KLA itu dilakukan di Jakarta yang diberikan langsung Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati.
“Tentu pertama kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian PPPA RI dan Ibu Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang memberikan penghargaan kepada sembilan kabupaten/kota kita. Kemudian yang kedua, saya juga mengapresiasi kepada sembilan kabupaten/kota yang berhasil melakukan pembenahan menjadi daerah yang layak anak dengan kategori masing-masing. Tentu capaian ini, bukan untuk kita berpuas diri. Tetapi harus menjadi batu loncatan kita untuk kembali meraih penghargaan berikutnya dan naik level,” imbuhnya.
Istri tercinta Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw tersebut juga mendorong enam kabupaten/kota lain di Sulut, untuk di tahun selanjutnya bisa meraih penghargaan KLA. Pasalnya menurut dr Devi sapaan akrabnya, enam kabupaten/kota tersebut sudah memiliki beberapa indikator yang memang menjadi persyaratan dan penilaian dalam mendapatkan KLA.
“Kalau dari hasil monitoring dan evaluasi serta fasilitasi yang kita lakukan waktu lalu, sebenarnya beberapa daerah sudah memiliki indikator-indikator penilaian itu. Tetapi belum terinput yang memang diwajibkan oleh pusat. Nah ini harus diperbaiki lagi kedepannya. Agar enam daerah ini di tahun selanjutnya, bisa meraih penghargaan KLA. Karena penghargaan ini sangat penting. Itu menunjukkan keseriusan kita dalam membangun generasi muda dan Sumber Daya Manusia (SDM) di masing-masing wilayah. Saat ini tentu ada peningkatan. Karena tahun sebelumnya hanya lima daerah yang meraih penghargaan, sekarang sudah menjadi sembilan,” pungkasnya.(sco/*)







